Rasa yang tertahan
23.31
3 Juli 2021
gw belom pengen tidur jadi gw putusin untuk nulis sesuatu yang ada dipikiran gw beberapa hari ini
pada awal masuk sma gw udh berusaha mengejar mantan gw ini tapi setelah kelas 10 semester 2 gw berhenti karena dia malah balikkan sama mantannya. selama semester 2 itu gw memutuskan untuk aktif di ekskul untuk mengalihkan pikiran gw dari mantan gw. pada akhirnya suka dengan seseorang yang baru, kakak kelas gw di ekskul namanya kak hanip, quite a funny guy, likes anime and manga, maybe I can say he have some responsibility, and caring.
ofc kita bertemu di ekskul. saat itu gw memilih untuk masuk divisi bahasa dan budaya. di divisi itu hanya diisi sedikit orang, hanya beberapa adekel dan kakel, so it's we have a great friendship. mengikuti lomba sudah menjadi hal yang mesti dilakukan saat join ekskul, karena ya buat nambah kegiatan, nambah ilmu sama wawasan dan terutama untuk memperbagus nama ekskul kita yang masih merintis saat itu jadi dengan menang lomba akan memberikan nama yang baik bagi ekskul. kak hanip dan kedua orang temennya adalah tim terbaik yang kita punya pada saat itu, karena mereka selalu menang di setiap lomba selama satu tahun full. gw sangat kagum sama mereka dan banyak belajar dari mereka.
suatu saat kak hanip dan tim nya mau ikut lomba di suatu sekolah SMA swasta yang jaraknya jauh dari SMA gw. hari itu adalah pertama kalinya gw ikut event Jepang untuk pertama kalinya. eventnya dimulai pada pagi hari saat lomba dimulai. siang hari rangkain lomba pun selesai dan tim kak hanip menang juara 3. setelah itu hanya kita habiskan hanya makan, muter-muter dan ngadem di ruangan kelas yang ber ac. gw inget pada hari itu kami kaget setelah tau kalo kami ternyata sekolah di SD dan SMP yang sama selama ini dan ternyata rumah kita deketan tapi kami tidak saling kenal satu sama lain selama itu. pada malam hari acara puncak dari event ini dimulai. pertunjukkan musik yang dihiasi light stick dan kembang api di langit cerah malam itu. gw yang sangat senang saat itu gw bilang ke kak hanip "gk percaya bunkasai pertama gw bisa sehebat ini" dan dia jawab "beruntung kan lu gw ajak kesini, ikut lagi lah bunkasai lainnya". setelah itu kita pulang dengan lelah dan bahagia.
he almost feel like my brother for some moments. dia banyak membantu gw belajar materi untuk lomba dan sampai pergi lomba bareng dengan timnya. tapi cara dia membantu saat itu tidak terlalu friendly wkwk. dia suka ngerjain gw dengan mengancam yang aneh-aneh kalo di pertemuan berikutnya gw belum hapal materi. kak hanip pernah nyentil kepala untuk memperingati gw, tapi saat itu beraksi dengan diam dan takut karena gw masih sedikit segan sama dia.
suatu saat gw akhirnya ikut lomba bersama dengan tim kak hanip, gw dengan tim gw sendiri, kak hanipd dengan timnya. saat itu gw gk percaya kalo tim gw bakal lolos sampai semi final, gw seneng sampai tanpa sadar gw sedikit menangis but bad luck happens after it, my tim failed to pass the final round and yup I cried again. he only said "lu seneng nangis, sedih nangis" idk if that supposed to a praise or to mock me. tapi akhirnya dia memberi semangat dengan "yaudah gpp nanti coba ikut lomba lagi"
for some moments dia sering boncengin gw dengan moto vario nya. terkadang boncengan bareng karena mau ke tempat lomba atau gw sekedar nebeng pulang. terkadang kita ngobrol, terkadang kita juga diem-dieman. he said "lu kalo gw bonceng ajak ngobrol dah, kalo diem nanti gw lupa kalo ada lu". pada saat itu kayak udh jadi hal yang diketahui banyak orang di ekskul kalo gw biasa boncengan sama kak hanip, jadi gw selalu disuruh bonceng sama dia terus. i dont know that consider as lucky or bad luck, karena dia kalo bawa motor bar-bar wkwk. "gw takut lu nanti terbang gw bonceng karena lu kecil banget"
gw gk inget sejak kapan perasaan itu muncul, gw hanya mengikuti arus kesenangan kita pada saat itu. omongan dia yang begitu lancar dan bersemangat saat dia menceritakan anime dan manga kesukaannya. dia yang suka tiba-tiba kasih kuis dadakan. obrolan kita yang tipis-tipis terdengar di antara angin saat kita berboncengan. dia yang selalu memarahi dan menyuruh ini itu. dia yang selalu bilang aku seperti anak kecil dan terkadang terlihat gemas dengan hal itu. karena pernah kepala gw di remes sama dia wkwk.
tapi semua itu berubah saat gw kelas 11 semester 2. kak hanip dan kelas 12 lainnya sudah berhenti aktif di kegiatan ekskul dan hanya datang sesekali. sejak saat itu gw jadi jarak ketemu dan pada saat itu hubungan kami jadi snagat renggang. pada saat tiba-tiba saja mantan itu gw datang kembali ke hidup gw karena dia gagal dengan cewek incarannya itu.
gw yang saat itu bodoh malah melihat hal ini adalah harapan bagi gw untuk bisa bersama mantan gw itu. tapi hubungan kita saat tidak berstatus pacaran dan setelah beberapa bulan bersama dia mulai muncul keraguan di hati gw. mantan yang harapkan itu tidak seindah ekspetasi gw membuat gw kembali mengharapkan untuk bisa bersama kak hanip. "maybe I should said it to him, idc if he reject me, i just want to end this weird feeling". tapi saat akhirnya gw ingin mengungkapkan perasaan,gw di gagalkan keadaan karena ternyata dia sudah punya pacar. pacarnya adalah kakel yang gw dan bahkan ibu gw kenal dengan baik. terlebih lagi kondisi hubungan kak hanip dan pacar juga sedang berantem, tentu saja gw gk bisa menjadikan itu sebagai kesempatan untuk merusgwak hubungan dia. ditambah lagi dengan kenyataan bahwa teman baiknya bilang dia hanya melihat sebagai adik perempuan yang sangat dia inginkan (karena dia cuma punya adik laki-laki). pada akhirnya aku benar-benar menyerah untuk mengharapkan dia dan berpikir mungkin dia hanya hadir untuk menjadi tempat istirahat sebelum akhirnya gw kembali melanjutkan hubungan mantan gw itu.
gw yang sekarang sudah jomblo lagi, bikin gw kembali memikirkan kak hanip akhir-akhir ini. gw hanya bisa memikirkan cinta masa sma gw yang tidak tersampaikan. jalan kami sudah terpisah sangat jauh sejak lulus sma. yang tersisa hanya kenangan-kenangan lucu gw dengan dia, kontak linenya yang tidak pernah aku hubungi dan akun instagramnya yang selalu aku tunggu postingan terbarunya. still thinking about what will happen if i said my feeling for him.
Komentar
Posting Komentar